PRODUK PEDEPOKAN TUJUH BENUA
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

CARA CEPAT DAPAT EMAS BATANGAN

 CARA TERNAK EMAS / KEBUN EMAS / BETERNAK EMAS / BERKEBUN EMAS

Emas batangan merupakan emas murni 24 karat dengan tingkat kemurnian 99,99 %. Di Indonesia, emas jenis ini diproduksi dan dijual oleh PT. Aneka tambang (Antam) Jakarta. Antam mengeluarkan emas batangan dalam berbagai ukuran, mulai dari 1 g, 2g, 2,5g, 3g, 5g, 10g, 25g, 50g dan seterusnya sampai 1kg. Emas batangan yang diproduksi oleh PT. Antam mempunyai sertifikat resmi yang menyatakan jaminan atas keaslian dan kadar emas tersebut.
APA DAN BAGAIMANA ???HP : 085741674275
PIN BB. 74c6e975

Gus Dur Dipanggil Sunan Gunung Jati

 

Jakarta, NU Online
Sesungguhnya para kekasih Allah tidaklah mati, mereka hanya meninggalkan wujud fisik yang fana, tetapi jiwa mereka abadi.

Al Qur’an dalam surat Ali Imron ayat ke 169 menegaskan “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.”

Kisah tentang “kehidupan” para wali yang sudah meninggal ini bisa diantaranya dialami oleh Gus Dur yang sering berkomunikasi dengan sejumlah wali yang telah lama meninggal, diantaranya dengan Sunan Gunung Jati.

Mantan sekretaris jenderal PBNU H Arifin Junaidi mengisahkan, suatu ketika, ia dherekke Gus Dur ke Cirebon untuk bertemu dengan KH Fuad Hasyim, pengasuh pesantren Buntet. Usai pertemuan yang berlangsung sampai larut  malam tersebut, mereka bergerak menuju Pekalongan untuk mengunjungi Habib Lutfi bin Yahya.

Di tengah perjalanan, tepatnya di daerah Losari, sekitar pukul 1 malam. Gus Dur meminta sopirnya untuk kembali lagi, menuju ke makam Sunan Gunung Jati yang berada di kompleks Astana Gunung Sembung Cirebon.

“Saya baru saja dipanggil Sunan Gunung Jati” kata Gus Dur menjelaskan alasannya kembali ke Cirebon.

Anggota rombongan yang lain semuanya terdiam saja, tanpa komentar. Dan perjalanan pun berlanjut sampai di kompleks makam. Herannya, ditengah malam buta tersebut, para juru kunci yang ada semuanya berkumpul, lengkap, menyambut kedatangan Gus Dur tersebut dengan memakai seragam kebesarannya yang biasa dipakai ketika menerima tamu istimewa, seolah-olah sudah ada yang memberi tahu, padahal waktu itu belum ada HP sebagai alat komunikasi yang canggih.

Mereka pun langsung menuju pemakaman. Sebagaimana tradisi Nahdliyin, ketika berziarah, mereka pun memanjatkan dzikir dan tahlil serta mendoakan Sunan Gunung Jati yang telah berjasa menyebarkan Islam di Jawa Barat.

Usai tahlil, Gus Dur tertunduk dan diam saja. Ia lalu keluar dari ruangan tempat dzikir menuju halaman. Arifin masih penasaran kok para juru kunci sudah pada siap menerima kunjungan Gus Dur, padahal sebelumnya tidak ada rencana berziarah.

Ia lalu bertanya kepada seseorang tentang kejadian ini. “Kok sudah pada siap dan siapa yang memberi tahu?” Dijawabnya, semua juru kunci dibangunkan malam-malam itu juga oleh koordinatornya, dan disuruh bersiap oleh Kanjeng Sunan dengan pesan “Cucuku mau datang ke sini.”

Ia pun hanya bisa manggut-manggut keheranan akan fenomena luar biasa ini.

Setelah dirasa cukup ziarahnya, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan ke Pekalongan sebagaimana rencana semula. Karena masih penasaran, ia lalu bertanya kepada Gus Dur, kapan dipanggil oleh Sunan Gunung Jati.

“Ya tadi, waktu perjalanan baru dipanggil, disuruh mampir. Ke Cirebon kok ngak mampir.”

Gus Dur juga menjelaskan, waktu dirinya terdiam seusai tahlil, ia sedang berdialog dengan Sunan Gunung Jati, membincangkan berbagai masalah yang dihadapi oleh umat.

Tentang dan Sejarah Wisata Khayangan Dlepih

Tentang dan sejarah wisata khayangan desa dlepih kecamatan tirtomoyo


Di Kabupaten Wonogiri terdapat banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Baik wisata spiritual, petualangan, wisata alam dan lain sebagainya. Di antaranya obyek wisata Waduk Gajah Mungkur, wisata ganthole.

Terdapat sebuah situs bersejarah bernama "Kahyangan" di dusun Dlepih, Tirtomoyo, yang jaraknya kurang lebih 47 km dari ibu kota kabupaten Wonogiri.

Dari Kota Wonogiri, pengunjung bisa naik bus dari terminal bus giriwono dan naik minibus dari dekat ponten (dekat Kantor Badan Pertanahan), jurusan Tirtomoyo. Dari Tirtomoyo, bisa naik angdes jurusan Kahyangan atau Sukarjo. Sampai sekarang belum ada angdes yang bisa masuk sampai Kahyangan, sehingga harus dilanjutkan jalan kaki sekitar 1 Km. Pengunjung berkendaraan bisa langsung sampai ke tempat parkir Kahyangan.

Sebetulnya desa Taman dulunya merupakan sentra batik tulis, yang produknya banyak disetorkan ke Solo, untuk diproses lanjut. Banyak warga desa yang bergerak di bidang yang berhubungan dengan batik, baik sebagai pembatik, pembuat patron, pemasok kain mori. Akan tetapi, seiring dengan diperkenalkannya teknik pembuatan genting press, yang hasilnya cepat diperoleh, maka semakin lama industri batik semakin tergeser.

Sesampai di Kahyangan, pengunjung akan mendapati goa yang terletak di atas kedung. Konon, tempat itu sebagai tempat bersemedinya Danang Suto Wijoyo, atau yang dikenal dengan Panembahan Senopati, raja pertama kerajaan Mataram Islam. Selain itu, terdapat pula air terjun, dan puncak Kahyangan yang konon merupakan tempat di mana Sutowijoyo menemuai Kanjeng Ratu Kidul, sehingga bagi yang percaya tahyul, dilarang memakai baju yang berwarna hijau.

Tempat itu sangat ramai di malam menjelang pergantian tahun Jawa (bulan Suro). Banyak pendatang dari luar daerah, terutama dari daerah Yogyakarta, untuk bertirakatan di sana. Di hari-hari biasa, terutama malam Jumat Kliwon, biasanya banyak dikunjungi orang-orang dari luar daerah, yang mengadakan syukuran atas keberhasilan yang telah dicapai di tempat perantaunnya, dengan mengundang warga sekitar.

SEJARAH TEMPAT WISATA KAYANGAN

Blog ini sengaja mengupas tempat-tempat wisata yang ada di wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia. Ini dimaksudkan agara para blogger dapat mengenal Wonogiri lebih dekat.
Kali ini yang saya tampilkan adalah tempat wisata religi di Kahyangan, Kecamatan Tirtomoyo.

Objek Wisata Kahyangan

Berdasar cuplikan Babad tanah Jawa yang diceriterakan oleh KRT Wignyo Subroto, RM Ng Cipto Budoyo dan RM Ng Sastro Purnomo BA, ketiga-tiganya adalah pejabat Kawedanan Hageng Punokawan Widya Budaya yang membidani adat dan kebudayaan keratonkasultanan Yogyakarta, bahwa mengenai latar belakang Hutan Kahyangan Dlepih dikeramatkan adalah sebagai berikut.
Kahyangan pernah digunakan untuk bertapa bagi sunan Kalijaga (salah satu wali sembilan), Raden Danang sutawijaya (putra angkat Sri sultan Hadiwijaya di Pajang), Raden Mas Rangsang (Sultan Agung Hanyokrokusumao), pngeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengkubuwono I).

Sunan Kalijaga bertapa di Kahyangan
Beliau bertapa agar mendapat derajad keluhuran budi . Beliau ditemani seorang muridnya yang setia, bernama Ki Widonanggo. Sunan Kalijaga setiap habis sholat pasti melakukan dzikir dengan menghitung biji tasbih. Suatu ketika Ki Widonanggo ingin sekali memiliki tasbih tersebut dengan jalan merebutnya dari tangan sunan. Namun niat jelek tersebut tidak terwujud karena tasbih terputus dan bijinya jatuh tersebar di Kedung Pasiraman.
Oleh karena biji tasbih tersebut dilihat Ki Widonanggo masih terapung semua, maka dia langsung terjun ke Kedung Pasiraman bermaksud mengembalikannya. Namun dengan suatu keajaiban biji-biji tersebut langsung tenggelam. Maka gagalah Ki Widonanggo untuk memiliki tasbih itu. Karena perbuatannya itu Ki Widonanggo akhirnya diminta menunggu hutan Dlepih.

Panembahan Senopati.
Menurut kisah sejarah bahwa Raden Danang Sutowijaya adalah putra angkat Sultan Hadiwijaya di Pajang dari anak kandung Ki Gede Pemanahan. Setelah menginjak dewasa beliau nampak memiliki bakat yang besar dalam ilmu kanuragan, serta ilmu ketatanegaraan. Kemampuan beliau telah dibuktikan sewaktu masih kanak-kanak menjelang remaja, mampu menaklukan Arya Penangsang, Bupati Jipang yang hendak menentang Pajang. Haryi Penangsang tewas dalam pertempuran melawan Danang Sutawijaya atas bantuan siasat Ki Gede Pemanahan dan Ki Penjawi, diganjar bumi Pati Pesantenan sedang Ki Gede Pemanahan diberi bumi Mentaok.
Menurut ramalan Ki Ageng Giring, bahwa bumi mentaok tersebut kemudian hari akan menjadi kerajaan besar. Ramalan tersebut menimbulkan kekhawatiran Sultan Hadiwijaya, sehingga beliau menunda pemberian bumi Mentaok kepada Ki Gede Pemanahan. Setelah agak lama, Ki Gede Pemanahan minta tolong kepada Sunan Kalijaga untuk menagih kepada Sultan Hadiwijaya perihal bumi Mentaok. Bareulah kemudian bumi Mentaok diberikan penuh kepada Ki Gede Pemanahan.
Bumi Mentaok yang merupakan tanah perdikan (berdaulat penuh), akhirnya menjadi daerah yang ramai dan makmur, sehingga layak menjadi suatu kerajaan tersendiri. Danang Sutawijaya sebagai calon raja masih merasa ragu-ragu akan keselamatannya karena beliau merasa bukan keturunan raja atau bangsawan. Disamping itu beliau belum mempunyai calon permaisuri sebagai pendamping. Maka kemudian Raden Danang Sutawijaya minta waktu untuk bertapa terlebih dahulu untuk minta berkah Ilahi sekaligus mencari calon permaisuri.
Perjalanan bertapa Raden Danang Sutawijaya mengarah ke timur. Sampai Madiun, beliau berjumpa Retno Dumilah, putri Raden Ronggo Prawirodirjo, Bupati Madiun. Atas Permintaan Raden Danang Sutawijaya, bahwa Rtno dumilah akan dijadikan permaisuri setelah nanti dinibatkan menjadi Sultan Mataram. Sebelum beliau mendapat firasat bahwa Retno Dumilah kelak akan menjadi ibu (babon) raja di Jawa.
Oleh sebab itu setelah dipinang, Retno Dumilah segera dibawa ke Mataram. Dalam perjalanan ke Mataram, Raden Danang Sutawijaya teringat hutan Dlepih yang pernah digunakan bertapa oleh Sunan Kalijaga untuk minta rahmat Ilahi, Maka beliau bersama Retno Dumilah tidak segera pulang ke Mataram tetapi singgah sementara waktu di DFlepih dan menginap di rumah Ki Puju.
Ki Puju adalah seorang petani yang sehari-harinya mencari kayu bakar di hutan Dlepih. Istrinya Ny Puju, sebagai penjual pecel yang sangat terkenal dengan masakan dari pucuk daun puju.
suatu hari Raden Danang Sutawijaya minta ijin kepada Retno Dumilah bahwa akan masuk kehutan Dlepih untuk bertapamengikuti jejak Sunan Kalijaga. Retno Dumilah sengaja ditinggal di rumah, karena tempat yang dituju sangat sukar ditempuh dan wingit.
Dalam perjalanan menuju hutan Dlepih, Raden Danangsutawijaya sampai pada dua batu besar yang bentuknya pipih lebar, sedang ujung atasnya saling bersinggungan sehingga rongganya dapat digunakan untuk lewat. Batu tersebut sampai sekarang masih tegar berdiri dan dinamakan batu selo gapit atau selo panangkep, kemudian beliau meneruskan perjalanan menuju selatan melalui sela gapit. Setelah sampai pada batu besar yang berongga semacam goa, datar dan atasnya melebar seperti payung. Beliau berhenti dan melakukan tafakur di situ. Batu tempat bertafakur tersebut dinamakan sela payung atau batu pamelengan.
Raden Danang Sutawijaya adalah orang muslim taat, maka walaupun menjalani tapa dengan cara patrap semedi, tetapi saat tertentu melakukan sholat lima waktu. Untuk melakukan sholat dipilihnya batu gilang yang hitam mendatar bagaikan sebuah meja yang terletak di sebelah selatan Selo Payung. Batu tempat sholat itu dinamakan Selo Gilang atau batu pesalatan.
Begitu pula pada pagi dan sore hari, Raden Danang Sutawijaya melakukan mandi di sebuah air erjun dekat batu pesalatan yang airnya jernih. Kedung tersebut dinamakan kedung pasiraman.
Demikian kegiatan sehari-hari Raden Danang Sutawijaya di hutan Dlepih. Sedang setiap ahrinya untuk keperluan makan dan minum dikirim oleh Ny Puju, karena Rteno Dumulah tidak berani melanggar perintah calon suaminya masuk hutan Dlepih. Setelah beberapa hari berjalan, sebagai manusia biasa Retno Dumilah memiliki rasa cemburu terhadap Raden Danang Sutawijaya yang betah di dalam hutan Dlepih.
Kemudian Retno Dumilah mengutus Ki Puju untuk menyelidiki kegiatan calon suaminya. Maka berangkatlah Ki Puju ke dalam hutan mengintip kegiatan Raden Danang Sutawijaya.

Bertepatan waktu pada hari itu Raten Danang sutawijaya sedang semedei di selo pamelengan didatangi oleh Kanjeng Ratu Kidul, yang telah menjadi kekasihnya semenjak beliau di muara kali opak (pantai laut selatan). Oleh karena pertemuan dua insan itu dirasa kurang enak, Raden Danang Sutawijaya mengajak pindah dari batu pamelengan ke selo Gilang yang lebih sepi dan terlindung hutan lebat.
Konon dikisahkan, pada pertemuan tersebut mereka saling memadu cinta dan Kanjeng Ratu Kidul seperti ikrarnya semula sangggup membantu berdirinya kerajaan Mataram hingga rakyatnya mengalamikesejahteraan. Alhasil belum puas mereka melaksanakan pertemuan, Kanjeng Ratu Kidul terperanjat karena merasa ada seseorang manusia yang mengintgip dari semak-semak belukar. Kanjeng Ratu Kidul merasa dirinya 'kamanungsan' maka beliau segera melesat menghindar dan gerakannya menyangkut tasbih Raden Danang Suta Wijaya sampai putus berserakan jatuh di Kedung Pasiraman. Peristiwa putus dan berantakannya tasibh Raden Danang Sutawijaya ini sampai sekarang berkembang menjadi beberapa versi.
Versi Mangkunegaran: pertemuan Kanjeng Ratu Kidul dengan Raden Sutawijaya diketahui oleh Sunana Kalijaga dan beliau menyusul ke Kahyangan untuk menyuruh Raden Danang agar segera pulang kle Mataram. Namun Kanjeng Radu Kidul melarang, sehingga niat Raden Danang akan kembali ke Mataram dicegah daengan menarik tasbih hingga putus berantakan dan bijinya jatuh di Kedung Pasiraman.
Versi Mataram: Pertemuan Kanjeng Ratu Kidul dengan Raden Danang Sutawijaya disusul oleh Retno Dumilah sehingga terjadi keributan. Retno Dumilah mengajak kembali ke Mataram, namun Kanjeng Ratu Kidul melarang, kemudian Kanjeng Ratu Kidul menarik tasibh hingga putus berantakan. Atas kebijaksanaan Raden Danang Sutawijaya, keduanya dapat didamaikan dan dijanjikan bahwa keduanya akan dijadikan permaisuri Mataram. Kanjeng Ratu Kidul dianggap permaisuri pertama sedang Retno Dumilah sebagai permaisuri kedua. Kanjeng Ratu Kidul berkenan hatinya menerima Retno Dumilah sebagai saudara mudanya. Pada saat itu Retno Dumilah mengenakan baju hijau dan kain parangklitik yang nampak menambah kecantikannya. Kemudian menurut legenda masyarakat, apabila ke Dlepih atau ke laut selatan dilarang mengenakan baju hijau dan kain parangklitik. Pemali (larangan) tersebut apabila dilanggar, yang bersangkutan bakal kalap (tewas), diangap dipersaudarakan dengan abdi dalem Kanjeng Ratu Kidul, yaitu Nyi Roro Kidul.
Versi cerita rakyat: Yang terperanjat adalah Raden Danang Sutawijaya dan sangat marah terhadap Ki Puju yang bertindak kurang berkenan di hati beliau. Tatkala akan mengejar Ki Puju, tasbih Raden Danangsutawija ditarik oleh Kanjeng Ratu Kidul dengan maksud mencegah, sehingga putus berantakan jatuh di Kedung Pasiraman. Niat Raden Danang Sutawijaya tersebut ditahan Kanjeng Ratu Kidul dengan maksud kelao roh halusnya Ki Puju dan Nyi Puju akan dipersaudarakan dengan Nyi Roro Kidul sebagai abdinya dan bertugas menunggu hutan Dlepih.
Cerita-ceita tersebut kini jadi mitos dab banyak ditiru masyarakat.
Masyarakat datang ke Dlepih ada yang nepi (semedi) namun ada pula yang mencari biji tasbih milik Raden Danang Sutawijaya yang dikabarkan jatuh di Kedung Pasiraman.
Kegigihan warga dalam berburu biji tasbih, sampai ada yang rela menyusuri kali Wiroko dari Kecamatan Nguntoronadi terus menuju hulu sungai sampai di Kedung Pasiraman. Menurut kepercayaan yang berkembang, batu akik yang dijadikanbiji tasbih milik Raden Danang Sutawijaya dan Sunan Kalijaga mempunyai kekuatan membawa keselamatan dalam menampuh kehidupan. Bahkan ada yang menganggap bahwa biji tersebut mampu digunakana untuk menolong seseorang yang ditimpa kesengsaraan. Misalnya, menyembuhkan dari penyakit.
Dalam berburu biji tasbih, sampai ada warga Desa Galeng, Kecamatan Baturetno melakukan pembendungan sungai Wiroko. Disamping itu konon sesudah tasbih Raden Danang Sutawijaya jatuh berantakan, di Kedung Pasiraman Kanjeng Ratu Kidul menambahka batu bertuah dari laut kidul. Kemudian setelah Raden Danang Sutawijaya mendapat rahmat Illahi tasa penobatannya menjadi Sultan Mataram, segera mengajak Retno Dumilah pulang ke Mataram. Sebelum berangkat, Raden Danang Sutawijaya memanggil Ki Puju dan Nyi Puju agar menunggu dan menjaga kawaanhutan Kahyangan Desa Dlepih. Selanjutnya, kedua abdi tersebut melaksanakan perintah hingga roh halusnya pun menunggu hutan Dlepih sampai sekarang.
Roh halus Ki Widonanggo dan Nyi Widonanggo menjadikawula (abdi) Kanjeng Ratu Kidul dan menguasai hutan Dlepih. Kemudian setelah dinobatkan menjadi sultan Mataram, Raden danangSutawijaya diberi gelar Kanjeng Penembahan Senopati Hing Ngalogo Kalifatullah Sayidin Panatagama.


Sultan Agung bertapa di Kahyangan
Raden Mas Rangsang adalah cucu Panembahan Senopati, sebagai sultan Mataram III. Sebelum dinobatkan, beliau melakukan tafakur di Kahyangan seperti halnya kakeknya dahulu, dengan diiringi pembantunya. Raden Mas Rangsang melalui Sela Penangkep langsung menuju sela Gilang (pesalatan) melakukan semedi meminta rahamat Tuhan.
Disitulah Mas rangsang ditemui oleh Roh almarhun kakeknya, Panembahan Senopati seperti hidup kembnali. Beliau memberi restu cucunya untuk bertahta di Mataram. bahkan berkenan memberi azimat berupa songsong Agung yang bercahaya mengkilap. Khasiatnya adalah kelak Raden Raden mas Rangsang mampu memerintah Mataram secara adil bijaksana sehingga Mataram mengalami kejayaannya. Kemudian Raden Mas rangsang kembaki ke Mataram dan dinobatkan menjadi raja bergelar Kanjeng Sultan Agung Hanyokrokusumo.

FENOMENA SANTET DALAM KEHIDUPAN


Santet tidak hanya dikenal di Jawa (Jawa Barat disebut teluh ganggaong atau sogra), melainkan hadir juga di berbagai daerah lain dengan beragam nama. Di Bali terkenal dengan desti, leak, atau teluh terangjana, di Maluku dan Papua dengan suangi, di Sumatra Utara begu ganjang, di Sumatra Barat puntianak, dan masih banyak yang lain lagi.Di Afrika dikenal voodoo. Di belahan Eropa, orang mengenal tukang sihir. Masih banyak istilah dengan teknik dan cara kerja yang sama dengan santet dipraktikkan di negara-negara lain, selain Indonesia.Santet, menurut Prof. Dr. Th. Ronny Nitibaskara, termasuk sorcery (ilmu tenung) atau witch craft (ilmu sihir). “Keduanya masuk dalam black magic atau ilmu hitam,” kata guru besar kriminologi dari Universitas Indonesia itu.Ilmu ini sudah digunakan sejak zaman Nabi Musa. Tentu kebanyakan dari kita tahu kisah ketika Nabi Musa ditantang oleh para tukang sihir yang dimiliki Raja Firaun.Walau itu atas perintah Tuhan, Musa melepaskan tongkat gembalanya. Jadilah tongkat itu ular besar yang mengalahkan ular-ular ciptaan para tukang sihir Firaun.Guru besar yang disertasinya mengenal kejahatan santet ini menyebutkan bahwa baik tenung maupun sihir dikatakan ilmu hitam karena tujuan penggunaannya. Mengutip pendapat sosiolog asal Inggris, Raymond Firth, Prof. Ronny menyebutkan bahwa santet adalah tindakan yang merusak kesejahteraan orang lain dengan motif balas dendam atau sakit hati. Tindakan ini mengakibatkan sakit, kematian, dan berbagai bentuk penderitaan lain.“Jadi tindakan ini dalam kaidah agama mana pun dianggap sebagai sebuah kejahatan. Demikian juga dalam kaidah hukum modern," ungkap Ronny.Kejahatan metafisis ini dikirim oleh pelakunya dalam bentuk apa pun. Mulai dari benda mati seperti tanah, paku, besi berkarat, jarum bahkan juga binatang entah itu kalajengking, ular juga kelelawar.Yang paling canggih, menurut Permadi, SH, anggota DPR RI yang juga dikenal aktif di bidang parapsikologi, santet bisa berupa penyakit modern yang ada sekarang ini, misalnya berupa kanker, pembengkakan kelenjar tiroid dan lain lain.“Semua itu tergantung kepintaran sang dukun. Karena itu, dukun santet juga beragam tingkat ilmunya. Anggap saja ada yang masih SD, SMP, SMU, bahkan ada yang tingkat profesor untuk menggambarkan bahwa dukun itu sangat pintar,” papar Permadi.Menurut Prof Ronny pengiriman santet bisa dengan cara imitative magic, misalnya membuat boneka kemudian menusuk boneka dengan jarum, atau menggunakan media foto yang kemudian dibakar.Bisa juga dengan cara contagious magic atau menggunakan benda-benda yang digunakan orang yang hendak dikirimi santet seperti pakaian, rambut dan sebagainya.Sulit DibuktikanMenurut Permadi santet bisa dijelaskan dengan teori bahwa benda dengan molekul padat seperti paku atau berbagai hal lain bisa diubah menjadi bentuk energi yang tidak kelihatan (dematerialisasi) untuk kemudian diubah lagi menjadi benda padat setelah terkirim atau sampai pada seseorang yang dituju. "Semua itu berkat kekuatan mind atau pikiran," ujar Permadi.Mirip dengan Permadi seorang ahli radiesthesi yang juga seorang pastor, Romo Handoyo Lukman, menyebutkan bahwa santet tak lebih dari induksi negatif yang ditujukan untuk mencelakakan orang lain atau merupakan energi alam yang dipermainkan secara tidak wajar.Proses penyantetan, menurut Romo Lukman bukan merupakan hal yang tidak bisa dijelaskan. Ini adalah proses yang bisa dijelaskan secara ilmiah dengan teori elektrodinamika,” katanya.Orang-orang tertentu, menurut Lukman, memiliki kemampuan mengubah materi menjadi energi. Dengan kemampuan itu juga energi dikirimkan ke tubuh korban lewat proses elektrodinamika.Karena pada dasarnya tubuh manusia mengandung muatan listrik, korban yang tidak kuat menahan kiriman energi yang mengenai tubuhnya akan menjadi sakit. Namun, banyak juga yang berpendapat, salah satunya Prof. Tubagus Yuhyi, bahwa santet bisa terjadi akibat bantuan jin atau makhluk halus.Meski bisa dijelaskan sedemikian rupa, tidak ada yang bisa membuktikan jejak santet. Siapa yang mengirimnya sulit dibuktikan secara hukum. Yang jelas, akibat atau korban santet jelas dan nyata ada, seperti yang dialami Ahmad dan banyak orang lain lagi.Prof. Yuhyi yang juga ahli dalam menangkal santet dan salah satu dewan guru Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten menekankan bahwa siapa pun bisa kena santet, mulai dari bayi sampai orangtua.“Namun, bila tingkat energi seseorang lebih tinggi dibanding tingkat energi sang pengirim santet, santet tidak tak mampu menembus seseorang,” tutur Permadi.

BERITA NIKITA MIRZANI TERBARU

Nikita Mirzani pasca pemukulan @ istimewa
Kapanlagi.com - Dengan kondisi babak belur, Nikita Mirzanimelaporkan pengeroyokan yang dialaminya ke Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (27/7) dini hari tadi. Sewaktu melapor, ia sudah berlumuran darah yang keluar dari hidung dan bibir.
Fahmi selaku pengacara Nikita yang dihubungi terpisah menjelaskan, kliennya mengalami penganiayaan berat. Hal tersebut harus diusut hingga tuntas sampai para pelaku ditangkap dan dihukum.
"Ini penganiayaan berat. Kita minta penegak hukum bertindak secara cepat dan tegas supaya pelakunya segera ditangkap, dan dihukum," katanya.
Fahmi menambahkan, apa yang dialami kliennya bukanlah perkelahian melainkan tindakan pengeroyokan. Dikatakan bila hal itu masuk dalam kategori penganiayaan berat dan pelakunya bisa dikenakan hukuman penjara selama 5 tahun.
"Nikita sedang balik ke jakarta, dan dia dalam keadaan trauma. Kita berharap polisi segera mengambil tindakan cepat dan tegas terhadap kasus penganiayaan ini. Ini nggak main-main, ancamannya di atas 5 tahun (penjara)," tandasnya.

Zaskia Sungkar, Siapkan Makanan Bergizi di Bulan Ramadan

zaskia-sungkar-937

Sejak tahun pertengahan tahun lalu, penampilan artis cantik Zaskia Sungkar berubah. Istri Irwansyah ini mulai aktif mengenakan jilbab. Meski begitu ia tak pernah khawatir kehilangan karirnya. Justru dengan mengenakan jilbab ia mulai merambah karir bisnis fashion busana muslim.
Zaskia mengaku bahwa dirinya memang sudah ingin berjilbab namun masih belum menemukan waktu yang pas. Setelah ia pulang dari menunaikan ibadah umrah, ia merasa saat itu adalah waktu yang tepat untuk mengenakan jilbab.
Dengan mengenakan jilbab, kakak dari Shireen Sungkar itu mengaku menemukan kedamaian yang didapat setelah memutuskan menutup aurat. Pemeran ‘Bawang Putih dan Bawang Merah’ itu pun memberikan pengalamannnya dalam berjilbab. “Tiap orang yang ibadah pasti ada masa-masanya dikasih hidayah, kayak aku pingin deket lagi, salah satu caranya seperti ini, memakai jilbab jadi damai,” ungkapnya.
Alasan lain putri dari pasangan Mark Sungkar dan Fanny Bauty ini merasa mendapatkan hidayah dari Allah SWT sepulang melaksanakan ibadah umroh tahun lalu. Hal itulah menjadi pengendali dirinya untuk terhindar dari hal-hal diluar batas. Zaskia pun mengaku sudah meminta izin sang suami untuk pakai jilbab dan diberikan lampu hijau. Demikian dengan keluarga besar dan para fansnya pun mendukung penampilan baru Zaskia. “Ya izin suami. Papa apalagi seneng bukan main, sebagian fans aku pake jilbab jadi terharu katanya,” imbuh wanita kelahiran 22 Desember 1990 itu.
Mengingat dirinya berkarier di dunia hiburan keputusannya sempat diwarnai keraguan. “Namanya manusia, aku khawatir dengan pekerjaanku kalau pakai jilbab. Apalagi, masih nyanyi. Tapi kata Papa, rezeki enggak akan ke mana. Semua dari Allah. Ucapan papa itulah yang kemudian memantapkan hatiku. Pekerjaanku lancar-lancar saja. Bahkan bertambah,” ujarnya.
Diakui personil duo The Sisters ini, belajar cara mengenakan jilbab dari video Youtube, mulai kreasi berbagai model ia sambangi untuk pergi ke satu tempat. Mulai dari kreasi sendiri sampai mencontek gaya busana jlibab luar ia terapkan.
Sementara untuk kreasi sendiri, Kia mencoba bereksperimen dengan menyesuaikan gaya berpakaian favoritnya. “Untuk baju sporty, aku pakai jilbab turban. Sehari-hari aku lebih suka pakai jilbab pasmina ketimbang segi empat. Aku juga harus menyesuaikan dengan konsep The Sister biar tetap modis, tapi tidak terbuka,” jelas aktris dan juga penyanyi itu.
Kia tidak menyiapkan bujet khusus untuk belanja jilbab atau busana muslim. “Aku dulu hobi pakai skarf di leher, nah sekarang skarfnya aku pakai di kepala. Jadi nggak usah sampai mengeluarkan uang banyak, apalagi sampai beli baju baru. Pakai baju lama bisa, kok. Kan bisa pakai kardigan dan lainnya. Pintar-pintarnya kita memadupadankan saja,” ujarnya.
Tak ayal karena jilbabnya pula, Zaskia kemudian mulai merambah dunia bisnis fashion busana muslim. Bulan ramadan memang bulan penuh berkah, hal tersebut dirasakan oleh Zaskia. Menurutnya, saat bulan puasa ini banyak sekali tawaran pekerjaan yang membutuhkan model berhijab. “Kalau job di bulan puasa ini bertambah, banyak event yang butuh ikon berjilbab,” ujarnya.
sumber : posmo

Irjen Djoko Susilo


Selain hobi mengoleksi barang pusaka berupa keris, mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI Inspektur Jenderal Djoko Susilo juga berbisnis keris. 

Hal ini diungkapkan kolektor keris, Indrajaya Februardi, saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) dengan terdakwa Djoko Susilo di Pengadilan Tindak Pidana Korupi Jakarta, Selasa (16/7/2013). 

Indrajaya yang mengaku kenal Djoko sejak 1998 itu kerap menjadi perantara penjualan keris Djoko. Dia mengaku pernah menjual keris Djoko kepada orang asing dengan harga cukup tinggi, yakni sekitar 680.000 euro dengan kurs sekitar Rp 9.500 atau setara Rp 6,4 miliar. 

“Tahun 1999 kebetulan ada temannya teman saya dari Jerman. Dia kolektor pusoko (pusaka), kebetulan yang dicari itu ada pada beliau (Djoko Susilo). Namanya Andreas Gudsman, tahun 1999 ada transaksi antara mereka, dan saya sebagai perantaranya,” tutur Indrajaya. 

Dari jasanya menjualkan keris tersebut, Indrajaya mengaku dapat untung cukup besar. “Fee-nya saja saya bisa beli mobil waktu itu,” ucap Indra. 

Namun, saat ditanya majelis hakim apakah keris itu dapat dibawa ke persidangan, Indra tidak menyanggupinya. Selain menjual keris, Indra mengungkapkan bahwa Djoko juga pernah membeli 16 keris darinya senilai total Rp 1,7 miliar. Keris-keris itu dibeli Djoko dari Indra sekitar 2004. 

Menurut Indrajaya, Djoko membayar keris tersebut dengan memberikan rumahnya di Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat. Rumah tersebut harganya sekitar Rp 1,6 miliar. “Beliau memberikan rumah digantikan keris,” tutur Indrajaya. 

Kepada majelis hakim, Indra mengaku kenal Djoko sejak 1998, atau sejak dia aktif di Kodam V Brawijaya. Dia mengaku pertama kali bertemu Djoko saat berkunjung ke rumah Kepala Polri ketika itu, Jenderal (Purn) Roesmanhadi. 

“Saya sowan ke rumah Pak Rusman di kediaman Kapolri. Keluar dari sana, ketemu beliau, dikenalkan,” tuturnya. Kemudian, hubungan Indra dengan Djoko berlanjut dan keduanya terlibat bisnis jual beli keris. 

Indra juga mengatakan, Djoko memiliki koleksi keris yang jumlahnya lebih dari 200. Keris-keris tersebut, menurut Indra, dititipkan kepadanya dan dicuci setiap 1 Suro. Sekitar 200 lebih keris Djoko ini, menurut Indra, mulanya akan disita penyidik KPK. Namun, penyidik KPK tidak jadi menyitanya setelah Indra mengatakan tidak akan bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat keris-keris itu disebutnya sebagai benda pusaka. 

“Saya bilang ke penyidik silakan saja kalau mau menyita. Tapi saya enggak ikut-ikutan. Tapi akhirnya enggak jadi diambil,” kata Indra. 

Menanggapi kesaksian Indrajaya ini, Djoko mengakui pernah menukar rumahnya dengan keris. “Memang benar 16 keris itu harganya Rp 1,7 miliar dengan kompensasi rumah,” ujar Djoko. 

Seperti diketahui, selain didakwa melakukan tindak pidana korupsi, Djoko didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dengan menyamarkan hartanya yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Harta kekayaan Djoko dianggap tidak sesuai dengan profilnya sebagai Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI.

Sumber : Kompas

BERKELANA DI KOTA LELEMBUT

lelembut
Gunung Kawi yang terletak di sebelah barat Kota Malang di Jawa Timur selama ini terkenal dengan mitos pesugihannya. Makam keramat Eyang Jugo ini menjadi tempat persinggahan para peziarah yang datang dari berbagai kota di penjuru tanah air. Bahkan dari luar negeri banyak yang berziarah dan ngalap berkah di makam ulama yang konon merupakan pengikut Pangeran Diponegoro tersebut.
Selama ini orang mengenal Gunung Kawi sebagai tempat keramat yang cocok untuk menjalankan ritual yang berhubungan dengan masalah rezeki maupun usaha dan perdagangan. Sehingga tak heran kalau kebanyakan peziarah yang datang didominasi oleh para warga keturunan. Namun dibalik kekeramatan Gunung Kawi sebagai tempat wisata ziarah, ternyata terdapat hal lain yang merupakan misteri dari keunikan Gunung Kawi seperti pengalaman yang dialami oleh Murjiono dan teman-temannya dari kota Surabaya.
Waktu malam Jumat Legi merupakan malam yang menjadi puncak keramaian para peziarah yang datang di Gunung Kawi. Para peziarah sejak sore memadati kompleks pemakaman Eyang Jugo nampak silih berganti berdatangan dan berpindah tempat dari lokasi makam kemudian ke lokasi air keramat yang ada di belakang lokasi makam. Kemudian para peziarah tersebut juga hilir mudik di bawah pohon dewandaru yang merupakan pohon keramat di lokasi tersebut.
Demikian pula halnya dengan Murjiono dengan teman-temannya yang datang dari Surabaya. Mereka bertiga Yudi, Haryono serta Murjiono merupakan tiga sahabat yang berusaha dalam jual beli computer dan spare partnya. Haryono dan Yudi tiap malam Jumat Legi selalu menyempatkan diri untuk berziarah ke Gunung Kawi. Lain dengan Murjiono, kedatangannya ke Gunung Kawi ini merupakan pertama kalinya. Lain dengan kedua temannya yang memang datang dengan niatan untuk berziarah, Murjiono datang dengan niat untuk refresing serta mencari hiburan. Selama ini ia selalu mendengar tentang Gunung Kawi selain terkenal mitos gaibnya tapi juga penuh dengan pendatang yang kebanyakan amoi-amoi cantik. Ini merupakan kesempatan untuk menikmati kehangatan Gunung Kawi begitu celotehnya waktu diajak oleh kedua temannya untuk berangkat.
Karena kesal menunggu kedua temannya yang masih harus antri untuk bisa datang di depan makam, Murjiono memutuskan untuk menunggu di luar makam. Ia kemudian berjalan menuju lokasi ciamsi yang terletak di depan bekas tempat peribadatan yang pernah terbakar. Sifat mata keranjangnya mulai timbul manakala melihat seorang gadis keturunan yang sibuk melakukan ciamsi untuk mengetahui peruntungan nasibnya.
Tanpa sadar ia pun ikut-ikutan melakukan ciamsi.
“Nomor 13,” ucap sang pemandu waktu melihat batang bambu Murjiono keluar.
Sang pemandu dari ritual ciamsi tersebut kemudian memberikan kertas bertuliskan ramalan tersebut dengan kening sedikit berkerut.
“Hati-hati, Mas. Dan perbanyak doa agar terhindar dari musibah,” ucapnya seraya memberikan kertas tersebut kepada Murjiono.
Sekilas Murjiono membaca kertas ciamsi tersebut. Waktu melihat kata-kata ramalan tersebut mulutnya tersenyum sinis. “Ada-ada saja.”
Kertas tulisan tersebut kemudian dibuangnya tanpa menghiraukan pandangan prihatin dari sang pemandu.
“Gara-gara ciamsi tadi aku kehilangan gadis yang aku buru,”omelnya pelan. Matanya berkeliaran mencari gadis yang dimaksud. Tak dihiraukannya kertas ciamsi yang bertuliskan “Hati-hati dalam melangkah. Petaka datang membayang. Perbanyak doa agar balak menjauh.”
Karena merasa kesal kehilangan buruannya Murijono kemudian kembali ke kompleks makam. Perjalanan yang jauh dari Surabaya membuatnya merasa mengantuk.
“Aku beristirahat dulu di bawah pohon itu saja,”  ia kemudian melangkah ke arah pendopo di samping makam tempat pohon dewandaru berada.
“Dasar kurang pekerjaan orang-orang ini,” gumannya waktu dilihatnya orang-orang yang duduk di bawah pohon tersebut. “Apa mungkin dengan kejatuhan ranting atau daun pohon ini terus rejeki akan lancar,” ia kembali mengomel melihat para peziarah yang khusuk di bawah pohon tersebut.
Di Gunung Kawi ada semacam kepercayaan mereka yang berziarah lalu bisa membawa buah, ranting ataupun daun yang terjatuh dari pohon peninggalan Eyang Jugo tersebut maka keberuntungannya akan berubah. Seperti halnya yang dialami seorang konglomerat, yang berubah menjadi kaya karena berhasil mendapatkan buah dewandaru.
Dengan sinis, Murjiono menggoyang-goyang pohon tersebut. “Lho jatuh semua daunnya,“ kata dia sambil tangannya menunjuk ke arah daun yang berguguran karena pohon tersebut diguncang-guncang dengan kedua tangannya.
Tiba-tiba ulahnya berhenti manakala melihat pandangan mata marah dari mereka yang berziarah di bawah lokasi pohon tersebut.
“Wah bisa dipukuli orang banyak aku,” kekehnya tanpa menghiraukan pandangan marah dari mereka yang menatapnya. Ia kemudian duduk di serambi pendopo.
Setelah berapa lama ia merasa mengantuk dan tertidur. Dalam tidurnya tersebut, ia merasa dibangunkan oleh seseorang. Pundaknya diguncang-guncang. Spontan Murjiono membuka matanya, mulutnya tersenyum simpul waktu dilihatnya yang memegang pundaknya tersebut adalah amoi cantik yang ingin diajaknya kenalan waktu ciamsi tadi.
“Bangun, Mas,” tegur gadis itu pelan.
Belum sempat Murjiono menjawab gadis tadi menggamit tangannya. “Antarkan aku jalan-jalan,” ucapnya lagi.
Murjiono bergegas bangkit pandangan matanya terus tertuju pada gadis berkulit putih dan bertubuh montok yang ada di hadapannya.
Tanpa sadar ia mengiyakan gadis tersebut dan kemudian mengikutinya. Mereka berjalan menembus keramaian malam. Yang dilihatnya sekarang adalah bangunan-bangunan megah, entah kompleks pertokoan atau perbelanjaan yang penuh dengan para pengunjung yang hilir mudik. Namun yang mengherankan semua penghuni atau mereka yang ada, memakai pakaian Jawa kuno. Sementara di sepanjang jalan raya yang membentang lurus tampak mobil maupun kendaraan dengan berbagai merk berjalan melintas kesana kemari. Baik pengemudi maupun mereka yang berbelanja dan melintas memakai pakaian tradisonal. Yang perempuan berkebaya.  Ada juga yang memakai pakaian cina kuno mirip seperti gadis di sampingnya yang mengaku bernama Ling Ling.
“Berada dimana aku?” bisiknya kepada gadis tersebut .
“Di Gunung Kawi,” jawab sang gadis dengan manjanya.
Murjiono seolah terhipnotis dengan kecantikan gadis tersebut. Ia tidak memikirkan hal-hal yang dirasanya aneh tersebut. Dalam benaknya, kota yang besar dan segala fasilitas layaknya Jakarta tersebut memang sudah ada di Gunung Kawi.
.“Ke kafe yuk,” ajak gadis tersebut ke sebuah tempat penuh dengan lampu warna-warni serta suara musik yang hingar bingar.
Ia kemudian melangkah bersama Ling Ling arah kafe yang dimaksud. Di dalam kafe tersebut ia kemudian mengikuti gerakan Ling-ling yang mulai bergoyang mengikuti irama musik yang ada. Lama mereka bergoyang sambil sesekali berpelukan.
Namun tiba-tiba terdengar suara dengusan marah disampingnya. “Dia adalah manusia, bukan dari golongan kita!”
Seorang berbadan tinggi besar berpakaian prajurit dengan membawa tombak yang terhunus kelihatan menunjuk ke arah Murjiono. Namun Murjiono hanya diam terpaku. Ia baru menjerit dan melepaskan pegangan tangannya waktu dilihatnya tubuh mulus Ling Ling yang dipeluknya berubah menjadi bersisik seperti kulit ikan. Matanya melotot seperti mata ikan koki.
Namun ia kembali terdiam manakala orang bertinggi besar yang meneriakinya tadi menyuruh anak buah yang di belakangnya untuk meringkus Murjiono.
Murjiono tak berkutik, manakala ia diseret oleh ketiga orang tersebut. Jalan raya yang tadinya penuh dengan orang-orang hilir mudik, kini penuh dengan berbagai makhluk yang berpenampilan aneh. Ada yang bermata satu, ada juga yang bertanduk. Bahkan ada perempuan berkepala manusia tapi bertubuh kuda. Makhluk-makhluk yang berkeliaran tersebut semakin aneh, sebab ada yang naik mobil. Bahkan ada berjualan di kakilima dengan fissik mereka yang aneh.
Murjiono ketakutan melihat hal tersebut. Ia kemudian dibawa menghadap ke arah sebuah bangunan besar yang menyerupai  istana. Lalu ia dihadapkan kepada seseorang yang berpakaian mirip raja, namun berbentuk aneh. Kepalanya bertanduk dua, sementara mulutnya penuh dengan taring runcing.
Ia kemudian diseret, setelah orang yang dipanggil raja tersebut memutuskan hukuman. Murjiono di bawa ke penjara. Namun ia kembali menjerit-jerit ketakutan manakala melihat pemandangan aneh dari penjara tersebut. Tampak anggota tubuh manusia yang bergelantungan karena dipotong tangannya, kakinya, bahkan kepalanya. Tubuh yang terpotong-potong itu bergoyang-goyang ketika terkena angin.
Murjiono semakin ketakutan manakala melihat sang algojo yang  berjalan menghampirinya sambil membawa golok. Bersiap-siap memotong-motong anggota tubuhnya. Selanjutnya Murjiono tidak ingat apa-apa lagi.
Tahu-tahu didengarnya suara seseorang. “Beruntunglah ia masih bisa ditolong,” ucap orang tua yang duduk di sampingnya.
“Dimana aku?” teriaknya waktu dilihatnya Yudi dan Haryono tampak duduk di sebelahnya.
Setelah berapa lama, orang tua tersebut menerangkan kepada Murjiono bahwa tingkah laku Murjiono yang iseng dengan menggoyang-goyang pohon dewandaru ternyata telah mengundang para lelembut yang ada di kawasan Gunung Kawi merasa terusik. Ia kemudian terbawa ke alam mereka. Ia dibawa jauh sampai ke puncak Gunung Kawi yang masih berupa hutan lebat dan merupakan pusat lelembut di Gunung Kawi. Beruntung tubuhnya yang tergolek lemah berhasil ditemukan pencari kayu. Dengan bantuan orang pintar nyawa Murjiono berhasil diselamatkan dari ancaman lelembut Gunung Kawi.

Shafa Tasya Kamila: Hindari Ngopi dan Merokok

tasya-kamila-186
Shafa Tasya Kamila, mantan artis  yang yang kini sudah tumbuh dewasa. Artis yang dikenal dengan panggilan Tasya ini namanya melejit setelah album pertamanya “Libur Telah Tiba” diputar. Selain sebagai penyanyi, gadis yang berzodiak scorpio ini ternyata juga sibuk menggeluti akting didunia perfilman Indonesia dan dibanjiri berbagai job iklan kecantikan..
Ditengah kesibukan yang dijalani, gadis berambut hitam ini ternyata benar-benar sangat memperhatikan kesehatan tubuh, terutama kesehatan giginya. Tahun 1998, anak bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Gatot Permadi dan Isverina ini mendapat kontrak iklan eksklusif untuk produk pasta gigi. Sebagai orang yang menjadi contoh atau role model gigi sehat dengan menjadi bintang iklan produk pasta gigi, dari sinilah Tasya Kamila mengaku selalu merawat kesehatan giginya dengan baik.
Untuk perawatan giginya, Tasya benar-benar harus berjaga jarak dengan kopi dan rokok bahkan sebisa mungkin harus dihindari. Karena sifat zat dalam kopi dan rokok dapat merusak gigi. Selain itu, perokok juga pasti memiliki nafas bau dan gigi yang berubah warna karena zat-zat kimia yang ada didalam rokok.
Zat kimia tersebut juga menyebabkan pengurangan air liur didalam mulut. Air liur sangatlah penting untuk membersihkan mulut dan gigi, membantu untuk mencegah kerusakan gigi. Nikotin dan karang gigi mengumpul di gigi dan menyebabkan noda coklat yang tidak dapat dibersihkan dengan menyikat gigi.
Nafas bau dan perubahan warna pada gigi hanya merupakan beberapa akibat yang terjadi di mulut kita akibat dari merokok. Merokok mempercepat pengumpulan plak dan juga karang gigi, meningkatkan kemungkinan kerusakan gusi dan jaringan tulang. Ini berarti perokok bukan saja memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mempunyai penyakit gusi; ia akan juga mengalami kondisi gusi yang dapat memburuk dengan cepat.
Bahkan setelah perawatan gusi, aliran darah yang terganggu dan reaksi kekebalan akan menyebabkan proses penyembuhan lebih lambat dibandingkan dengan orang normal. Tentunya hal tersebut menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi diri tasya dan kontrak iklan pasta gigi yang sedang dilakoninya.

PEMESANAN KAYU KOKKA


Kami menyediakan gelang, cincin dan tasbih Koka / Fuqaha / Kaukah / Kokka yang terbuat dari kayu Kokka import dari Turki, Mesir, Iran, dan Nigeria. Bentuk dan variasi warnanya beragam tergantung negara impornya tetapi masih tetap sama ciri-cirinya yaitu memunculkan aroma yang khas dan selalu tampak berminyak.

SEJARAH KAYU KOKA FUQAHA KAUKAH KOKKA

Kayu Koka atau sering disebut juga Kayu Kaukah adalah sejenis tumbuhan palma, “Koka’ yaitu sebutan bagi orang Turki, ‘kuka’ asal katanya ‘Coco De Mer’ atau ‘Melanococa’ digunakan untuk menghasilkan minyak. Kayu koka dihasilkan dari spesies pokok palma ‘Attalea Funifera’. Menurut cerita kayu koka pernah menjadi bagian dari kemujizatan saat digunakan Nabi Musa AS, yang bisa membelah laut merah saat dikejar pasukan Firaun. Kayu koka juga pernah digunakan Nabi Nuh AS untuk membuat bahan dasar kapal dan bisa menyelamatkan beliau dari arus banjir bandang. Adapun Nabi Sulaiman AS juga pernah menggunakan kayu itu dan berhasil menguasai seluruh jin. Kayu koka juga pernah digunakan Nabi Muhammad SAW sebagai tasbih. Dengan demikian, kayu koka lebih tinggi mutunya bila dibandingkan dengan jenis kayu lainnya di atas bumi ini. Kerajinan kayu koka memiliki berbagai variasi warna, yaitu merah mengkilap, coklat kekuningan dan kehitaman.

KHASIAT DAN KEGUNAAN KAYU KOKA FUQAHA KAUKAH KOKKA

Khasiat kayu koka sebagaimana disebut dalam buku “Mushaf * Tasbih * Tongkat – Koleksi Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu`izzaddin Wad daulah” susunan Pehin Mufti Negara Brunei Darussalam, Ustaz Haji Awang Abdul Aziz bin Juned (mufti sekarang ini) yang diterbitkan pada tahun 2001 oleh Jabatan Mufti Kerajaan, Jabatan Perdana Menteri, Negara Brunei Darussalam. Pada halaman 235 – 236 dinyatakan, terdapat tiga jenis kayu koka asli, yaitu Koka Nigeria, Koka Iran dan Koka Turki. Kayu Koka dipercayai mempunyai banyak khasiat.

Air yang sudah direndam dengan kayu koka apabila diminum akan berkhasiat sebagai berikut : Meredakan sakit gigi, kerongkongan dan keracunan serta demam panas (Dari berbagai sumber)
Jika kayu koka dipakai di badan gelang/kalung maka akan menolak : gigitan & sengatan hewan berbisa. Terhindar dari sial dan marahahaya. (Dari berbagai sumber)
Bagi anak kecil yang linglung atau kesurupan, gosok-gosoklah kayu koka di dahinya (Dari berbagai sumber)
Untuk yang urat dan ototnya sakit gosok-gosokkan kayu koka ke tempat yang sakit, niscaya segera sembuh (Dari berbagai sumber)
Orang yang memakai perhiasan kayu koka disukai di pergaulan serta terhindar dari sering kena sakit kepala. (Dari berbagai sumber)
KAYU KOKA FUQAHA KAUKAH KOKKA

Semua makhluk yang diciptakan Allah SWT ada peranan masing-masing di dalam alam ini. Tidak ada satu pun yang sia-sia penciptaannya oleh Allah, cuma perlu kajian mendalam untuk mengetahui kegunaan dan manfaatnya. Sebagaimana diciptakan garam yang punya sifat asin sehingga dapat digunakan untuk menambah rasa nikmat di dalam makanan, begitu juga tujuan penciptaan batu, kayu, permata dan lain-lain, masing-masing mempunyai manfaat tersendiri.

Penggunaan kayu koka untuk khasiat tersebut di atas diserahkan kepada masing-masing pembeli karena memang belum ada kajian kedokteran resmi yang menunjang pembuktian khasiat dari kayu koka tersebut, bahkan salah dalam menyikapinya kita terjerumus dalam menyekutukan Allah SWT (Syirik), pada dasarnya kita cuma memproduksi kayu tersebut menjadi hiasan indah sebagai cincin kalung juga gelang. Untuk permintaan khusus kami juga memproduksi kayu koka yang dijadikan tasbih cantik.

PEMESANAN :
1. Sebutkan nama dan alamat pengiriman lengkap,
2. Sebutkan berapa pcs koka yang dipesan beserta kode nya
3. Sebutkan Bank yang akan anda gunakan untuk transfer

Contoh Format SMS

Catherina Mulya, pesan 1 koka TASBIH, Jl Buaya Hijau No 12K RT:02 RW:01 Kelurahan Bulurejo Kecamatan Ambarketawang, Surabaya 60242 – Jawa Timur, via MANDIRI

Selanjutnya kami akan membalas total harga + ongkos kirim + rek bank
Konfirmasikan pembayaran anda setelah transfer via SMS 087812952841
Paket akan dikirim setelah kami menerima uang pembayaran.

Wafatnya Ketua MPR RI Taufiq Kiemas

ILUS_RENUNG
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Indonesia kembali kehilangan tokoh nasional. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Taufiq Kiemas, telah berpulang ke rahmatullah. Tokoh nasional ini wafat pada Sabtu (8/6) di Singapura.
Saat wafat, masih berada di bulan Rajab, semoga menjadi berkah bagi arwah Pak Taufiq Kiemas. Segala bekal yang berupa amal ibadah yang  pernah ditanamnya,  mudah-mudahan diterimah Allah sebagai amalan yang diperhitungkan-Nya. Sehingga menjadi kendaraan arwah Pak Taufik menuju Allah SWT.
Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain? Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57).
Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang dengan kematian. Mereka berpikir tentang bagaimana menjadi anggota DPRRI dan DPRD dengan cara yang curang. Selain itu, berebut menjadi bupati, walikota, gubernur dengan cara licik dan kotor. Juga memperbesar keanggotaan partainya dengan cara menipu rakyat dengan menggunakan uang milyaran untuk mencapai tujuan tersebut. Hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.
Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini.
Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!
Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.
Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat.
Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.

Maudy Koesnaedi, Totok Wajah agar Cantik dan Segar

maudy
Aktris Maudy Koesnaedi tetap cantik dan langsing dalam acara Cannes Film Festival 2013. Pertambahan usia juga tak menghilangkan aura kecantikan pemeran Zaenab di sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” ini. Memang berpenampilannya kalem. Kecantikannya sering disebut sebagai perwakilan kecantikan alami Indonesia.
Maudy tidak keberatan untuk berbagi tips cantiknya. Diakui ibu satu anak ini, ia berusaha untuk menerapkan pola hidup sehat dan berpikir positif. “Sebenarnya kalau pikirannya positif, nggak stres. Itu akan berpengaruh ke kecantikan,” kata Maudy.
Tetapi, lingkungan dan juga pekerjaan tentu tidak membuat Maudy mudah terhindar stres. Ia mengaku banyak hal yang dapat mengganggu pikirannya. Untuk menyiasatinya, istri Erik Meijer menjalani beberapa perawatan kecantikan. “Lingkungan sekarang juga nggak mendukung. Jadi saya juga melakukan perawatan kulit dan juga perawatan tubuh,” ucapnya.
Selain itu, Maudy juga menjaga pola makannya dengan menjalani program diet yang tak berlebihan. “Saya diet hanya di saat perlu aja. Soalnya saya nggak bisa nahan makan. Biasanya saya mengurangi karbohidrat,” tuturnya.
Meski begitu Maudy adalah sosok yang berhati-hati dalam memilih produk kecantikan untuk merawat tubuhnya. Karenanya ia mengaku tidak pernah menjadi korban promo produk perawatan kecantikan. “Enggak pernah kena pengalaman korban produk. Karena berhati-hati. Kalau bisa pakai alami ya pakai alami. Saya termasuk orang yang hati-hati sekali pake produk yang bukan alami. Biasanya saya cari track recordnya dulu. Saya ga berani pake yang drastis. Karena takut efeknya,” ucap Maudy.
Kayaknya sudah dikasih dari sananya deh. Perawatan kecantikan yang dia lakukan sih standar. Facial sebulan sekali itu harus. Kalau lagi pergi, misalnya habis dari luar negeri bisa tiga minggu udah facial lagi. Di rumah dia pakai cleansing. Supaya kulit itu seger. Tidak pernah perawatan yang macem-macem. 

Olivia Zalianty , Tidak Makan Daging

olivia
Gaya hidup sehat, mulai dari makan dan hobi, ternyata bisa menunjang penampilan dan kecantikan. Seperti yang dilakoni mantan ‘Duta Anti Narkoba’, Olivia Zalianty. Diakuinya,  gaya hidup itu membuatnya semakin cantik. Apa rahasianya?
Inilah yang diyakini oleh artis cantik Olivia Zalianty Wanita cantik yang juga berprofesi sebagai atlet wushu menyebut bahwa pola hidup sehat dengan tidak memakan makanan yang serba daging, membuat dirinya makin “sehat dan cantik”.
“Saya sudah tidak mengonsumsi makanan yang ada dagingnya sejak beberapa tahun lalu. Ini gaya sehat yang membuat saya makin beda dengan yang dahulu. Ini juga salah satu kunci sehat dan kunci tampilan cantik saya,” ujar Oli, sapaan akrab adik dari artis senior Marcella Zalianty.
Pola sehat ini bukan serta merta dilakukan oleh Oli, karena menurutnya pola makan untuk tidak makan daging, dilakukan secara bertahap, mulai dari pengurangan jumlah daging yang ia konsumsi secara harian hingga akhirnya ia tidak mengkonsumsinya sama sekali.
“Hasilnya badan serasa ringan dan wajah saya kata banyak orang jadi makin segar, itu rahasia cantik loh,” tambahnya.

Lantas, bagaimana dengan merawat rambut wanita kelahiran Jakarta, 18 Oktober 1981 ini? Rambut panjang indah dan sehat sudah pasti menjadi indaman para perempuan Indonesia. Begitu pula dengan aktris sinetron serial TV “Ada Apa dengan Cinta” ini.
Tidak heran untuk mendapatkan rambut cantik ini, beragam produk kesehatan dan rangkaian perawatan akan dilakukan bagi kaum hawa yang senantiasa menginginkan cantik alami, termasuk untuk mendapatkan perawatan ala salon.
Namun bagi artis Olivia Zalianty, rambut indahnya yang panjang dan sehat, tidaklah memerlukan perawatan yang luar bisa mahal ataupun menggunakan produk-produk kesehatan rambut dari luar negeri. “Saya hanya membiasakan perawatan rumahan, dan penggunaan kondisioner yang tepat untuk rambut. Saya jarang ke salon,” kata Oliv belum lama ini.
Alumnus Fakultas Desain dan Teknik Perencanaan Universitas Pelita Harapan mengaku amat bangga dengan rambut panjangnya yang hitam dan sehat. Untuk itu, ia membagi tipsnya kepada pembaca posmo tentang merawat rambut. Di antaranya, Cucilah rambut dengan menggunakan shampoo yang benar dan sesuai untuk rambut dan kulit kepala Anda; pakailah kondisioner usai mencuci rambut; jangan terlalu sering menggunakan hair dryer; dan biasakanlah rambut untuk kering alami.

Simbol Harapan Keselamatan Pengantin



Ada yang menarik dari fungsi spiritual keris dalam tradisi temu manten Solo putri dalam prosesi ‘Wiworo Raharjo’ dikenal dengan istilah ‘pedang pora’ ala Jawa. Barangsiapa pasangan pengantin yang melewati gapura keris ‘lorong keselamatan’ akan selamat dalam kehidupan rumah tangga. Benarkah?
DALAM gebyar panggung Festival Budaya Jawa 2012 yang berlangsung sejak 13-30 Oktober 2012 di Jembatan Merah Plaza (JMP) Surabaya mendadak disulap menjadi pelaminan sebagai bagian dari prosesi temu manten ala adat Jawa. Di mall yang juga pusat grosir terbesar di kota Pahlawan siang itu terdengar alunan tembang Jawa berkumandang menghiasi pahargyan budaya Jawa itu. Lamat merdunya bak kidung penghayut sukma, alunannya berangsur-angsur melirih hingga tercipta suasana khidmat tatkala pasangan pengantin dipertemukan.
Prosesi adat ini adalah untuk menyambut pasangan pengantin pria pun diperagakan dengan baik, mulai dari menginjak telur, mencuci kaki, serta memberikan minum untuk mempelai pria oleh mempelai wanita pun tuntas sebagai ritual dalam rangkaian prosesi temu manten yang sedang dilangsungkan.
Adimas pranotocara (MC) temu manten pun memberikan komando. Dengan sigap, bak pengawal kerajaan yang tengah berbaris di sisi kanan kiri mempelai bersiap menarik keris yang langsung diangkat ke atas hingga membentuk ‘lorong’ yang disebut dengan Gapura Kehormatan. Ternyata, lorong tersebut merupakan ritual keris bagian dari prosesi ‘Wiworo Raharjo’ yang sedang diperagakan panitia festival bekerja sama dengan Dewi Sri Wedding Organizer, Sanggar Rias Sekar Ayu, dan Paguyuban Suryo Sumirat dalam memeriahkan festival yang digelar pengelola JMP demi memperkenalkan serta menguri-uri tradisi Jawa yang sarat makna spiritual.
Kepada posmo, Direktur Dewi Sri Wedding Organizer selaku koordinator prosesi keris ‘Wiworo Raharjo’ mengungkapkan keberadaan keris sebagai benda budaya karya anak bangsa Indonesia harus dilestarikan untuk generasi selanjutnya. “Termasuk dalam tradisi ‘Wiworo Raharjo’ dalam tradisi temu manten Solo putri ini,” tutur Farid Nasrudin di sela-sela prosesi ritual sarat pengharapan dan doa kepada Tuhan YME, pada Minggu (14/10/2012) di JMP 2 Lantai 1.
Lorong Ngalap Keselamatan
Prosesi ritual ‘Wiworo Raharjo’ yang didukung oleh Vera Butik dan Surya Butik sebagai penyedia baju pengantin serta perhiasan ini memiliki makna sebagai Gapura Kehormatan. “Wiworo berarti lorong dan Raharjo berarti Keselamatan sehingga Wiworo Raharjo memiliki makna Lorong atau Gapura Keselamatan,” ujar Eko T, pelestari ‘Wiworo Raharjo’ dari Paguyuban Suryo Sumirat Surabaya

Sendang Siwani



Sendang Siwani merupakan petilasan Raden Mas Said (KGPAA Mangkunagara I) saat melakukan gerilya melawan VOC serta pihak Mataram yang saat itu berada di pihak VOC. Konon di sendang ('sendang' dalam bahasa Jawa berarti kolam atau danau kecil) inilah Raden Mas Said mendapatkan petunjuk dari Yang Mahakuasa mengenai strategi untuk meraih kemenangan dalam perang melawan penjajah.
Dalam perkembangan waktu, berkembang mitos atas tempat ini yang menyatakan bahwa orang yang melakukan tirakat/meditasi di tempat ini akan terkabul permohonannya. Sampai sekarang tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata ritual di Kabupaten Wonogiri.

Asal-Usul Sendang Siwani

Bangsa Indonesia memang sejak dulu menjadi incaran bangsa lain, khususnya Belanda yang menjajah Indonesia hingga tiga setengah abad lamanya. Namun bangsa Indonesia tidak tinggal diam dan memberikan perlawanan terhadap pemerintahan kolonial Belanda tersebut. Sebab mereka tidak ingin dijajah oleh bangsa asing yang hanya ingin mengambil keuntungan dan mengeksploitasi kekayaan sumber daya alam dan terkenal dengan hasil rempah-rempah yang ada di Indonesia. 
Salah satu contoh perlawanan-perlawanan bangsa Indonesia terhadap pemerintahan kolonial belanda adalah terjadi di daerah Selatan pulau Jawa, tepatnya di kabupaten Wonogiri yang dulunya ikut dalam pemerintahan kraton Mangkunegaran Surakarta. Tepatnya di kecamatan Selogiri, desa Krisak terdapat perlawanan terhadap pemerintahan kolonial Belanda yang dulu dipimpin oleh Adipati Raden Mas Sahid atau sering dijuluki Samber Nyowo. Ia sebenarnya adalah putra dari selir raja kraton Mangkunegaran Surakarta. Ia meninggalkan kraton karena merasa bahwa kraton Mangkunegaran Surakarta telah bekerja sama dengan pemerintahan kolonial Belanda, padahal Belanda adalah penjajah dan musuh bangsa Indonesia, khususnya di tempat Adipati Raden Mas Said tinggal. Hal itu menyebabkan kesengsaraan bagi rakyat. 
Pangeran Samber Nyowo atau Adipati Raden Mas Said memilih pergi meninggalkan keraton dan bergabung dengan rakyat biasa untuk bersatu melawan kolonial Belanda. Kepergian dan pengembaraan Pangeran Samber Nyowo sampai di Wonogiri, ia bergabung dengan rakyat dan memberikan perlawanan sengit kepada kolonial belanda. 
Pada suatu hari Pangeran Samber Nyowo bersama pasukannya mengalami kekelahan. Mereka dengan pasukannya dapat dipukul mundur oleh para pasukan Kolonial Belanda, karena pada waktu itu persenjataan Belanda lebih canggih dan lengkap daripada persenjataan yang dimiliki oleh pasukan Pangeran Samber Nyowo yang hanya besenjatakan bambu runcing, tombak, dan keris. Pangeran Samber Nyowo dan pasukannya memilih menyingkir dari pasukan kolonial Belanda. Pageran Samber Nyowo memerintahkan pasukannya untuk beristirahat sambil menyusun strategi kembali untuk bisa kembali melawan pasukan kolonial Belanda.
Pada waktu beistirahat, Pangeran Samber Nyowo melihat ada dua ekor kerbau jantan yang sedang berkelahi, seekor kerbau kecil (anak kerbau) melawan kerbau yang besar dan sudah tua, perkelahian dua ekor kerbau yang tidak seimbang tadi pasti dimenangkan oleh kerbau yang besar karena badannya yang tinggi dan kekar, tentu saja tenaganya lebih kuat daripada kerbau yang kecil. 
Perkelahian tadi membuat kerbau kecil lari menjauh dari kerbau besar dan akhirnya kerbau kecil menemukan tempat yang lebih aman. Tempat itu juga digunakan untuk beristirahat Pangeran Samber Nyowo. Pangeran Samber Nyowo mengamati terus kerbau kecil tadi, ternyata kerbau kecil tadi beristirahat juga, lalu kerbau kecil meminum air sendang (Jawa = bilik) yang airnya keluar dari mata air, dan setelah meminumnya kerbau kecil tadi diluar dugaan kerbau kecil itu menghampiri kerbau besar. Perkelahian sengit pun tidak dapat dihindarkan lagi antara kedua kerbau, dan tidak terduga kerbau kecil bisa mengalahkan kerbau besar.
Pangeran Samber Nyowo melihat peristiwa yang dilakukan oleh kedua kerbau tersebut yang tidak masuk akal dan diluar nalar sehat, akhirnya Pangeran Samber Nyowo berpikir dan mendapat inspirasi untuk meminum air tadi. Setelah meminum air sendang tadi di dalam tubuhnya terasa aneh dan mendapatkan kekuatan supranatural, ia menjadi berani dan bersemangat lagi untuk berperang melawan pasukan kolonial Belanda lagi. Para prajurit Pangeran Samber Nyowo pun mengikuti untuk meminum air sendang, dan ternyata betul pemikiran Pangeran Samber Nyowo air sendang tadi berkhasiat, hal itu terbukti Pangeran Samber Nyowo dan pasukannya berhasil mengalahkan pasukan kolonial Belanda. Pasukan kolonial Belanda satu persatu tewas. 
Mereka menyerbu pasukan kolonial Belanda seperti seorang memakan bubur yang masih panas, yaitu dari pinggir dulu dan baru ke tenggah kemudian menghabiskannya. Sehingga air sendang itu diberi nama oleh Pangeran Samber Nyowo atau Adipati Raden Mas Said dengan sebutan “Sendang Siwani”.